Selasa, 21 Januari 2014
Beasiswa Advanced English Course
International English Program bersama AEC saat ini sedang menyelenggarakan Program Studi Bahasa Inggris – Indonesia atau Indonesia English Language Study Program (IELSP). Program ini membuka kesempatan bagi para siswa Indonesia untuk belajar di Kelas-Kelas Bahasa Inggris di universitas-universitas terkemuka di AA selama delapan minggu.
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris para peserta, terutama Bahasa Inggris untuk tujuan-tujuan akademik. Selain itu, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal rakyat dan kebudayaan Amerika Serikat dengan lebih dekat. Para peserta IELSP akan bergabung dalam program pengenalan bersama peserta-peserta dari berbagai bangsa dan negara lainnya. Dalam program ini para peserta tidak saja akan belajar Bahasa Inggris, namun akan juga mengikuti program-program kebudayaan yang akan memperkaya pengalaman mereka.
Sabtu, 27 April 2013
Program Advanced English Course
AEC hadir bagi Anda yang ingin menguasai bahasa Inggris dengan cara yang lebih praktis dan efisien.
Bersama AEC menguasai Bahasa Inggris menjadi lebih mudah.
Bila selama ini Anda terbentur masalah waktu, sulit untuk mengikuti jadwal belajar di kelas, ditambah rasa malu, monoton dan membosankan, tidak berani berbicara, kemacetan di jalan, kurikulum yang tidak sesuai. Kami hadir memberikan solusi untuk mengatasi segala masalah yang anda hadapi.
Program AEC dapat mengatasi semua masalah tersebut dengan Solusi Belajar :
& kelemahan masing - masing siswa
pengajar yang handal dan profesional
Hubungi kami di 03618873949/ 087739176777
email : internationalenglishprogram@gmail.com
Minggu, 02 Desember 2012
English Conversation Class Ideas
Speaking is one of the most difficult skills in English teaching. Because students can get so easily embarrassed or nervous, conversation exercises
need to be mindful of just over numerous other activities. The most
important thing to remember when running a course of conversation, is to
always make the student feel as comfortable as possible. Give plenty of
positive encouragement and not get caught up in correcting minor
errors.
Role Play
Perhaps the year's most frequently taught speaking is the role play. This technique is useful in a class because it allows students to practice skills and words that should not normally be used in the classroom or in everyday situations. The idea behind the role play is simply to act. Two other students over to meet and pretend they are in a specific situation, as two tourists try to rent a hotel room, or someone who tries to make a good impression in a job interview .
Class Discussion
Class discussion is also useful when the conversation class teaching, but the trick is to choose a subject engaging. Selecting something that is in the interest of your students is key. Possible topics include: some countries, foods, cultures, laws, health, grammar and many others. Once you've chosen a topic, prepare specific questions about it to initiate and maintain discussion. For example, if your choice of bread. What is the bread? How can you do? Is white or brown better and why? How important is yeast? These types of questions help students reflect on the topic in detail and respond using the specialized vocabulary.
Role Play
Perhaps the year's most frequently taught speaking is the role play. This technique is useful in a class because it allows students to practice skills and words that should not normally be used in the classroom or in everyday situations. The idea behind the role play is simply to act. Two other students over to meet and pretend they are in a specific situation, as two tourists try to rent a hotel room, or someone who tries to make a good impression in a job interview .
Class Discussion
Class discussion is also useful when the conversation class teaching, but the trick is to choose a subject engaging. Selecting something that is in the interest of your students is key. Possible topics include: some countries, foods, cultures, laws, health, grammar and many others. Once you've chosen a topic, prepare specific questions about it to initiate and maintain discussion. For example, if your choice of bread. What is the bread? How can you do? Is white or brown better and why? How important is yeast? These types of questions help students reflect on the topic in detail and respond using the specialized vocabulary.
The idea behind this exercise is that students have different information to match a number of categories. For example, categories could be: the films name, occupation, date of birth, hobbies and favorites. Each category contains information on at least five different people, but each student can have one third or one fourth of this information. The student must then ask my colleagues: "Who has a birthday on that date?" Or "What is John's favorite movie?" This encourages conversation in a small low pressure environment where students do not talk to the class.
Questionnaires
Questionnaires are just like they sound. They usually contain a list of questions centered around a different category such as sports or recreation. Students must then go around the room and ask questions to a number of his peers and then note the answers. It is a good exercise to combine speaking, listening and writing. When finished, each student can choose one interviewee and read his answers to the class
Belajar Bahasa Inggris seperti Native Speaker
Anda Berada di Tempat yang Tepat untuk Belajar Bahasa Inggris Seperti Native Speaker!
Saudara,
Apakah Anda merasa malu ketika Anda berbicara Bahasa Inggris? Apakah pronunciation Anda buruk? Apakah Anda membuat banyak kesalahan tata bahasa ketika berbicara Bahasa Inggris?
Apakah orang-orang mengalami kesulitan memahami Bahasa Inggris anda? Apakah mereka tampak bingung ketika anda berbicara? Apakah sulit bagi Anda untuk mengerti penutur asli (native speaker)? Apakah Anda merasa frustrasi karena anda tidak dapat mengerti native speaker dengan mudah?
Anda mungkin merasa telah mempelajari Bahasa Inggris selama bertahun-tahun. Anda bisa membaca tulisan dalam Bahasa Inggris dengan baik, tetapi ketika berbicara, Anda merasa gelisah, tidak percaya diri, malu, serta minder.
Apa yang salah? Apakah semua yang telah anda pelajari sia-sia? Apakah mungkin bagi anda untuk berbicara Bahasa Inggris dengan mudah, rileks, dan tanpa beban?
Saya akan tunjukkan bagaimana mengubah kemampuan Bahasa Inggris anda dengan cara mudah dan sangat menyenangkan, yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya!
“mengapa setelah menghabiskan waktu selama sekurang-kurangnya 6 tahun belajar Bahasa Inggris tetap saja mereka tidak bisa berbahasa Inggris (ngomong inggris)? Apa/siapa yang salah?”
mengapa 6 tahun? Coba anda ingat-ingat, sejak kapan anda mulai belajar Bahasa Inggris, mulai kelas 1 SMP kan…?
Kurikulum pendidikan kita yang sekarang malah mengharuskan siswa untuk
belajar Bahasa Inggris sejak jenjang Sekolah Dasar. Berarti, lebih lama
waktu yang digunakan untuk belajar Bahasa Inggris.
It’s more than enough to be an expert!
Tapi bagaimana kenyataannya? silahkan anda perhatikan di sekitar anda,
ada berapa banyak lulusan SMA yang benar-benar bisa berbahasa
Inggris/berkomunikasi aktif dalam Bahasa Inggris?
Ingat!
Berbahasa Inggris bukan berarti bisa menyelesaikan soal-soal Bahasa
Inggris lho…, kalau yang seperti itu saya yakin ada banyak. Yang saya
maksud dengan ‘berbahasa Inggris’ adalah terampil dan mampu menggunakan
Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi. Karena itulah tujuan sebuah bahasa.
Coba
anda hitung, ada berapa banyak lulusan SMA dengan kemampuan seperti
itu. 5%? 10%? 20%? Silahkan dihitung, dan saya yakin hasilnya sangat
jauh dari yang diharapkan.
Bertahun-tahun
saya mencoba mencari jawaban dari pertanyaan saya di atas. Saya
bertanya kepada para senior tentang hal tersebut, tapi mereka juga
menghadapi masalah yang sama… sangat sedikit siswa yang kemampuannya
meningkat. Sampai akhirnya saya menyadari, ada yang salah dalam metode
pembelajaran Bahasa Inggris konvensional.
Kesadaran
tersebut membuat saya semakin bersemangat untuk terus mencari jawaban,
mencari cara agar setiap orang bisa berbahasa Inggris dengan mudah,
cepat, dan fasih. Saya membaca banyak buku tentang metode pembelajaran
Bahasa Inggris, membaca jurnal-jurnal penelitian, serta mencoba
menerapkan beberapa metode baru di berbagai kesempatan.
Reading, listening, speaking, dan writing
adalah aspek terpenting dalam sebuah bahasa, termasuk Bahasa Inggris.
Satu-satunya cara agar lancar dan fasih dalam sebuah bahasa adalah
dengan menguasai speaking.
Coba anda perhatikan bagaimana bayi dan anak-anak belajar berkomunikasi atau mengenal bahasa. Apa yang dilakukan pertama kali?
Yang dilakukan pertama kali oleh seorang bayi adalah mendengar (listening), beberapa bulan kemudian baru dia mencoba berbicara (speaking) satu atau dua kata. Membaca (reading) baru diajarkan setelah sang anak lancar berbicara. Dan aspek yang terakhir, menulis (writing), diajarkan ketika anak memasuki usia sekolah.
Siklus belajar seperti itu disebut dengan Natural Order atau tahapan alamiah seorang anak belajar sebuah bahasa. Listening – Speaking – Reading – Writing, itu tahapan yang benar.
Anehnya, Bahasa Inggris tidak diajarkan dengan cara seperti itu di sekolah kita. Yang diajarkan di sekolah pertama kali adalah reading, listening, setelah itu speaking, baru kemudian writing.
Listening adalah input, sedangkan Speaking adalah output. Bagaimana bisa ngomong dengan lancar kalau inputnya kurang…?
Jika
anda ingin berbahasa Inggris secara natural, fasih dan lancar seperti
penutur asli, belajarlah dengan mengikuti siklus di atas (natural order), listening – speaking – reading – dan writing. Saya jamin, anda akan sukses!
Fakta tentang belajar Bahasa Inggris yang harus anda tahu!
- Belajar aturan-aturan Grammar akan “membunuh” kemampuan Speaking anda. Maka jangan mempelajari Grammar jika anda ingin fasih dan lancar berbahasa Inggris.
- Listen first! Itu aturan baku jika anda ingin fasih berbahasa Inggris. Mendengarkan sesuatu yang bisa kita pahami dalam Bahasa Inggris secara berulang-ulang, adalah cara terbaik untuk belajar berbicara Bahasa Inggris.
- Bayi dan anak-anak adalah pembelajar bahasa terbaik. Mereka tidak pernah mempelajari Grammar untuk bisa berbicara. Bayi belajar dengan mendengar. Anda bisa meniru cara belajar mereka agar bisa berbahasa Inggris dengan fasih.
- Kosakata dan frase harus dipelajari secara kontekstual. Jika anda ingin fasih dan lancar berbahasa Inggris, berhentilah mempelajari/menghafal daftar kosakata. Pelajarilah kosakata dalam satu kalimat utuh.
- Duduk di kelas dan mendengarkan seseorang yang kurang bagus Bahasa Inggrisnya (tidak fasih) tidak akan membantu anda berbicara dengan mudah dan fasih. Anda harus mendengarkan native speaker agar bisa berbicara seperti mereka.
- 95% orang yang mengikuti kursus Bahasa Inggris tidak pernah benar-benar bisa berbahasa Inggris dengan fasih. Mereka tahu aturan-aturan grammar, tapi hanya sedikit yang benar-benar speak real English.
Kunjungi Advanced English Course (AEC)
Kami akan membantu anda berbicara seperti native speaker
Rabu, 10 Oktober 2012
TOEFL PREPARATION
Apakah TOEFL itu?
TOEFL (Test of English as a Foreign Language)
adalah tes bahasa Inggris yang dirancang untuk mengukur penguasaan
bahasa Inggris mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Tes ini
dikembangkan dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service)
sebuah lembaga nirlaba yang berkedudukan di Amerika Serikat dan pertama
kali diselenggarakan pada tahun 1964. Nilai TOEFL
biasanya merupakan salah satu persyaratan masuk di sejumlah 2400
perguruan tinggi di Amerika, Kanada dan 80 negara lainnya di dunia (ETS:
1999).
Ada tiga bagian tes TOEFL
yang harus dikerjakan oleh peserta tes. Bagian pertama adalah soal-soal
yang mengukur kemampuan Listening Comprehension dalam jumlah 50 soal,
Structure & Written Expression , 40 soal, dan Reading Comprehension,
50 soal. Keseluruhan soal dibuat dalam bentuk pilihan berganda (kecuali
untuk Computer Based TOEFL ada soal esai yang menguji
kemampuan mengarang peserta dalam bahasa Inggris serta variasi lain
bentuk soal seperti menjodohkan, meng highlight kata tertentu yang ada
kaitannya dengan main idea suatu bacaan, dll.). Keseluruhan tes
berlangsung dalam waktu kurang lebih 150 menit, untuk Paper and Pencil
Based TOEFL, dan kurang lebih 240 menit untuk Computer Based TOEFL. Waktu yang relatif lama untuk Computer Based TOEFL ini sudah termasuk prosedur tutorial.
Terdapat dua jenis tes TOEFL, yaitu 1) Paper and Pencil Based TOEFL; dan 2) Computer Based TOEFL. Jenis tes TOEFL yang pertama adalah tes TOEFL
yang kita kenal selama ini, dimana baik soal maupun jawaban dikerjakan
dengan menggunakan kertas dan pensil. Sedangkan jenis tes TOEFL
yang kedua adalah model tes yang relatif baru karena pertama kali
diperkenalkan pada tahun 1998. Seperti yang tertera pada namanya, tes
ini menggunakan komputer dalam penyampaian soalnya dan peserta tes akan
menjawab tes ini juga melalui komputer.
Untuk keperluan pra-seleksi ataupun keperluan intern suatu lembaga, maka ETS sebagai lembaga pengembang dan penyelenggara tes TOEFL juga menyelenggarakan TOEFL ITP (ITP= Institutional Testing Programme). Jumlah soal dan tingkat kesulitan TOEFL ITP tidak berbeda dengan Paper and Pencil Based TOEFL maupun Computer Based TOEFL, karena memang soal-soal yang digunakan pada TOEFL ITP adalah soal tes TOEFL yang telah pernah digunakan sebelumnya. Perbedaan yang perlu diketahui oleh mereka yang merencanakan mengikuti tes TOEFL adalah bahwa skor yang diperoleh dari TOEFL
ITP dalam pengunaannya terbatas. Perguruan tinggi di Amerika, misalnya,
hanya akan menerima skor yang diperoleh dari Paper and Pencil Based TOEFL atau Computer Based TOEFL. Perbedaan lainnya adalah dalam hal biaya tes. Saat ini biaya Paper and Pencil Based TOEFL maupun Computer Based TOEFL adalah sebesar US $ 110, sedangkan TOEFL ITP biayanya relatif lebih murah yaitu sebesar US $ 25. Perlu juga diketahui bahwa Paper and Pencil Based TOEFL dan Computer Based TOEFL hanya diselenggarakan di Test Center tertentu dengan jadwal tes yang telah ditentukan jauh hari sebelumnya, sedangkan TOEFL
ITP jadwal penyelenggaraannya lebih fleksibel dan di Indonesia
dilaksanakan oleh IIEF (The Indonesian International Education
Foundation) dengan berkoordinasi dengan pusat bahasa yang ada di
perguruan tinggi negeri.
Selain TOEFL ITP, juga ada TOEFL Prediction/Equivalent Test yang biasanya digunakan untuk memperkirakan skor TOEFL seseorang sebelum yang bersangkutan mengikuti tes TOEFL lainnya (Paper and Pencil Based TOEFL, Computer Based TOEFL, TOEFL ITP). Jenis tes TOEFL Prediction ini pada umumnya diselenggarakan oleh lembaga/pusat bahasa atau tempat-tempat kursus yang menyelenggarakan pelatihan TOEFL.
Benar, sistim penilaian atau skor yang digunakan untuk Paper and Pencil Based TOEFL, TOEFL ITP, TOEFL Prediction Test dan Computer Based TOEFL
memang berbeda. Hal ini dilakukan tentu dengan maksud agar tidak
terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran skor yang dilaporkan peserta
tes. Rentang skor yang digunakan oleh Paper and Pencil Based TOEFL, TOEFL ITP, dan TOEFL Prediction Test adalah 310 (nilai terendah) s.d 677 (nilai tertinggi), sedangkan untuk Computer Based TOEFL, nilai terendah adalah 0 dan nilai tertinggi 300 (TOEFL
Score User Guide, 2000-2001). Tingkat kesulitan soal untuk keseluruhan
jenis tes ini tentu saja sama, sehingga dapat dikatakan mereka yang
memperoleh skor 677 pada Paper and Pencil Based TOEFL diperkirakan akan memperoleh skor 300 pada Computer Based TOEFL, dan sebaliknya jika seorang peserta tes memperoleh skor 213 dalam tes TOEFL yang menggunakan komputer (Computer Based TOEFL), maka skor yang bersangkutan pada Paper and Pencil Based TOEFL adalah 550.
Secara
umum kita mengenal tiga level penguasaan bahasa asing, yaitu Tingkat
Dasar (Elementary), Tingkat Menengah (Intermediate), dan Tingkat Mahir
(Advanced). untuk skor TOEFL, para ahli bahasa biasanya mengelompokkan skor ini kedalam empat level berikut ( Carson, et al., 1990):
· Tingkat Dasar (Elementary) : 310 s.d. 420
· Tingkat Menengah Bawah (Low Intermediate) : 420 s.d. 480
· Tingkat Menengah Atas (High Intermediate) : 480 s.d. 520
· Tingkat Mahir (Advanced) : 525 s.d 677
Dari klasifikasi skor diatas, mungkin muncul pertanyaan seandainya tes TOEFL diberikan pada mahasiswa Amerika, misalnya, apakah mereka akan kesulitan mengerjakan soal-soal TOEFL?
Studi yang dilakukan oleh Johnson (1977) menyebutkan bahwa skor
rata-rata yang diperoleh oleh 173 mahasiswa tahun pertama dan kedua di
Universitas Tennessee, Amerika Serikat, adalah 628. Artinya, bagi
penutur bahasa Inggris sendiri, soal-soal TOEFL bisa dikerjakan dengan mudah, terbukti dari skor yang mereka peroleh yang berada pada level Mahir atau Advanced.
Dengan
mengetahui klasifikasi tingkat penguasaan bahasa Inggris seperti yang
terlihat diatas, kita tentu bisa memaklumi bahwa sangatlah beralasan
mengapa perguruan tinggi di negara-negara yang menggunakan bahasa
Inggris sebagai bahasa resminya, mensyaratkan skor TOEFL
tertentu bagi calon mahasiswa internasional mereka. Untuk bisa diterima
di program S1, skor yang umumnya mereka tetapkan adalah sekitar 475
s.d. 550, sedangkan untuk masuk program S2 dan S3 persyaratan skor
TOEFLnya lebih tinggi lagi yaitu sekitar 550 s.d. 600.
Pertanyaan
yang sering mengemuka di forum-forum diskusi para pengajar Bahasa
Inggris di Indonesia adalah berapa seharusnya penguasaan bahasa Inggris
seorang mahasiswa di Indonesia
agar mereka mampu menambah wawasan keilmuannya melalui bacaan yang
ditulis dalam bahasa Inggris? Penguasaan pada level Dasar (Elementary)
tentu tidak akan memberi kontribusi yang berarti bagi para mahasiswa di
Indonesia dalam hal upaya peningkatan pengetahuan melalui buku-buku
teks/pengetahuan yang ditulis dalam bahasa Inggris. Diperlukan
penguasaan minimal pada level Menengah Atas (High Intermediate) agar
para mahasiswa bisa menyerap materi perkuliahan yang ditulis dalam
bahasa Inggris dengan relatif mudah.
Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah menetapkan skor TOEFL
tertentu bagi para mahasiswanya (Huda, 1999). Dalam kaitannya dengan
upaya peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi, peraturan yang
mengharuskan mahasiswa perguruan tinggi memiliki penguasaan TOEFL
sampai pada tingkat tertentu diharapkan akan berdampak positif dan
seharusnya kita dukung. Penguasaan bahasa Inggris yang baik diharapkan
akan dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan bekerja pada tingkat
global, suatu kondisi kerja dimasa depan yang perlu kita persiapkan
sejak sekarang.
Kapan dan dimana seseorang bisa mengikuti tes TOEFL?
Paper and Pencil Based TOEFL dan Computer Based TOEFL
hanya bisa ditempuh pada waktu tertentu yang telah terjadwal jauh hari
sebelum tes diselenggarakan. Tempat atau testing center dimana kedua tes
ini diselenggarakan juga telah ditentukan oleh ETS sebagai pemegang
lisensi tes TOEFL. Kedua macam tes TOEFL yang diselenggarakan di testing center tertentu tsb. biasa juga disebut International TOEFL. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan keduanya dengan TOEFL ITP dan TOEFL Equivalent/Prediction.
Sedangkan untuk mengikuti TOEFL
ITP, peserta tes harus menghubungi Institusi yang telah ditunjuk oleh
IIEF Jakarta sebagai tempat pelaksanaan. Untuk pelaksanaan TOEFL
ITP diperlukan peserta minimal 10 orang. Balai Bahasa Unmul sejak tahun
2001 merupakan salah satu institusi yang berhak menyelenggarakan TOEFL ITP.
Jenis tes TOEFL
Prediction/Equivalent merupakan jenis tes yang paling fleksibel
pelaksanaannya. Di Balai Bahasa Unmul, tes ini juga merupakan tes yang
paling banyak diikuti oleh mereka yang ingin mengukur penguasaan bahasa
Inggris untuk berbagai keperluan. Setiap saat peserta tes dapat
mengikuti tes ini dengan menghubungi Balai Bahasa Unmul minimal satu
hari sebelum hari penyelenggaraan.
Senin, 13 Agustus 2012
tips belajar english di AEC
Reading, listening, speaking, dan writing
adalah aspek terpenting dalam sebuah bahasa, termasuk Bahasa Inggris.
Satu-satunya cara agar lancar dan fasih dalam sebuah bahasa adalah
dengan menguasai speaking.
Coba anda perhatikan bagaimana bayi dan anak-anak belajar berkomunikasi atau mengenal bahasa. Apa yang dilakukan pertama kali?
Yang dilakukan pertama kali oleh seorang bayi adalah mendengar (listening), beberapa bulan kemudian baru dia mencoba berbicara (speaking) satu atau dua kata. Membaca (reading) baru diajarkan setelah sang anak lancar berbicara. Dan aspek yang terakhir, menulis (writing), diajarkan ketika anak memasuki usia sekolah.
Siklus belajar seperti itu disebut dengan Natural Order atau tahapan alamiah seorang anak belajar sebuah bahasa. Listening – Speaking – Reading – Writing, itu tahapan yang benar.
Anehnya, Bahasa Inggris tidak diajarkan dengan cara seperti itu di sekolah kita. Yang diajarkan di sekolah pertama kali adalah reading, listening, setelah itu speaking, baru kemudian writing.
Listening adalah input, sedangkan Speaking adalah output. Bagaimana bisa ngomong dengan lancar kalau inputnya kurang…?
Jika
anda ingin berbahasa Inggris secara natural, fasih dan lancar seperti
penutur asli, belajarlah dengan mengikuti siklus di atas (natural order), listening – speaking – reading – dan writing. kami jamin, anda akan sukses!
Fakta tentang belajar Bahasa Inggris yang harus anda tahu!
- Belajar aturan-aturan Grammar akan “membunuh” kemampuan Speaking anda. Maka jangan mempelajari Grammar jika anda ingin fasih dan lancar berbahasa Inggris.
- Listen first! Itu aturan baku jika anda ingin fasih berbahasa Inggris. Mendengarkan sesuatu yang bisa kita pahami dalam Bahasa Inggris secara berulang-ulang, adalah cara terbaik untuk belajar berbicara Bahasa Inggris.
- Bayi dan anak-anak adalah pembelajar bahasa terbaik. Mereka tidak pernah mempelajari Grammar untuk bisa berbicara. Bayi belajar dengan mendengar. Anda bisa meniru cara belajar mereka agar bisa berbahasa Inggris dengan fasih.
- Kosakata dan frase harus dipelajari secara kontekstual. Jika anda ingin fasih dan lancar berbahasa Inggris, berhentilah mempelajari/menghafal daftar kosakata. Pelajarilah kosakata dalam satu kalimat utuh.
- Duduk di kelas dan mendengarkan seseorang yang kurang bagus Bahasa Inggrisnya (tidak fasih) tidak akan membantu anda berbicara dengan mudah dan fasih. Anda harus mendengarkan native speaker agar bisa berbicara seperti mereka.
- 95% orang yang mengikuti kursus Bahasa Inggris tidak pernah benar-benar bisa berbahasa Inggris dengan fasih. Mereka tahu aturan-aturan grammar, tapi hanya sedikit yang benar-benar speak real English.
Sabtu, 14 Juli 2012
IELTS prepare test
IELTS | Test Takers - How do I prepare?
There’s a range of materials to help you
prepare for your IELTS test.
Firstly, download the free Information
for Candidates booklet (PDF, 935KB) which provides an
explanation of the test.
Official IELTS Practice
Materials
IELTS has official practice materials to help
you understand the format of the test and the types of questions.
There are two volumes of the Official IELTS Practice Materials:
- Vol. 1 Official IELTS Practice Materials (with CD)
- Vol. 2 Official IELTS Practice Materials (with DVD)
Both volumes of the practice material offer
samples of the Reading, Listening, Writing and Speaking modules
with sample answers and Examiner comments. The CD in Vol. 1 offers
samples of the Listening test and the DVD in Vol. 2 shows
candidates taking the Speaking test.
The Official IELTS Practice Materials Vol. 1
and Vol. 2 are the only IELTS practice materials endorsed by the
IELTS partners. You can order your Official IELTS Practice
Materials in one of three ways:
- place an order online from IELTS in Australia (XLS, 1.6MB)
- place an order online from IELTS in the UK
- through your local test centre
Sample questions online
Try some free sample questions online. These
sample questions will give you an idea of what to expect in the
Reading, Writing and Speaking modules.
IELTS preparation courses
Some IELTS centres have workshops to help you
prepare for your test. Talk to your local IELTS test centre for
details. Preparation courses may also be offered by language
schools in your country.
Langganan:
Postingan (Atom)


